Menulis Karya Ilmiah

Cara Menggunakan Footnote, Manfaat dan Teknik Penulisannya

Bagi seorang mahasiswa, Anda akan mendapatkan banyak tugas membuat karya tulis apalagi skripsi. Salah satu aturan dalam penulisan karya tulis ilmiah adalah menggunakan footnote.

Footnote atau yang biasa disebut juga dengan istilah “Catatan Kaki” adalah daftar keterangan yang ditempatkan pada bagian bawah halaman atau pada akhir bab suatu karya tulis ilmiah. Terdapat kaidah-kaidah membuat serta cara menggunakan footnote yang perlu Anda ketahui.

Pengertian Footnote

Footnote menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah keterangan yang dicantumkan di margin bawah halaman buku untuk menambah rujukan uraian dari naskah pokok. Keterangan ini umumnya ditulis dengan huruf lebih kecil dibandingkan tulisan pada teks.

Sementara pengertian footnote menurut Buku ‘Pengantar Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi’ oleh Siti Mutmainnah, MPd., catatan kaki atau footnote adalah catatan pada bagian bawah halaman teks yang menyatakan sumber kutipan, pendapat atau keterangan penyusunan mengenai hal yang diuraikan dalam teks.

Tujuan dan Fungsi Menggunakan Footnote

Penulisan footnote adalah hal yang sangat penting terutama dalam penulisan sebuah karya tulis ilmiah. Tujuan pencantuman sumber referensi sebuah tulisan ini mencakup hal-hal sebagai berikut:

  • Sebagai dasar atau dalil pembuktian atas informasi atau rujukan pada sebuah karya tulis.
  • Mempermudah pembaca untuk menelusuri atau menemukan sumber-sumber rujukan yang digunakan pada karya tulis.
  • Bentuk sebuah tulisan bukanlah hasil plagiarism.
  • Bentuk apresiasi kepada pengarang atau penulis yang hasil karyanya dijadikan sebagai sumber referensi dalam teks.
  • Sebagai penambah keterangan atau penjelasan atas isi teks. Penambah keterangan ini dapat berupa perbaikan isi teks atau pendapat yang berbeda menurut penulis.
  • Menunjukkan adanya keterkaitan antara bagian dari suatu halaman dengan bagian pada halaman lainnya.
🔴 TRENDING:  Tips Agar Tidak Gugup Saat Sidang Skripsi

Melalui maksud-maksud penulisan footnote di atas, footnote memiliki fungsi penulisan seperti bawah ini:

  • Sebagai bukti otentik atas suatu karya tulis ilmiah.
  • Footnote berfungsi untuk memberikan keterangan serta penjelasan mengenai kutipan penyusun dan daftar bacaan.
  • Fungsi kedua yang tidak kalah penting adalah sebagai sebuah bentuk penghargaan kepada penulis yang tulisannya dikutip di dalam tulisan Anda.

Hal ini juga akan menghindarkan Anda dalam melakukan tindak plagiarism atau penjiplakan. Plagiarisme adalah sebuah hal yang sangat serius dalam dunia tulis menulis, terlebih menyangkut dunia akademis atau ilmiah.

  • Sebagai penanda rujukan atau referensi sebagai suatu persyaratan di dalam penulisan karya ilmiah.
  • Sebagai pengingat kepada pembaca atas informasi-informasi yang terkandung di dalam teks.

Kaidah Penggunaan Footnote

Contoh Penulisan Footnote

Cara menggunakan footnote secara umum adalah mengikuti kaidah-kaidah berikut:

  • Pisahkan catatan kaki dengan garis sepanjang 14 karakter dan margin kiri dengan spasi 4 dari teks.
  • Menggunakan satu spasi.
  • Memberikan nomor dari setiap bab dan judul dalam penulisan.
  • Jarak antar nomor sama dengan jarak spasi pada teks, tidak dibuat lebih rapat atau renggang.
  • Memberi jarak atau spasi yang sama antara catatan kaki yang pertama dengan catatan kaki yang kedua dan catatan kaki selanjutnya.
  • Jika footnote ditulis lebih dari satu baris, maka baris kedua dan baris selanjutnya dimulai pada margin yang biasa atau pada margin kiri.
  • Dalam baris terakhir catatan kaki berjarak 3 cm dimulai dari bawah.
  • Footnote tidak boleh melebihi halaman selanjutnya. Apabila kondisi ini terjadi hal yang harus dilakukan adalah memotong atau memperpendek isi halaman tersebut.
  • Jika footnote bersumber dari pengarang yang sama dalam dua nomor berturut-turut, maka identitas pengarang tidak perlu disebutkan secara lengkap. Pada nomor terakhir tuliskan ‘ibid’ yang menandakan sumber referensi adalah sama.
  • Jika penulisan tidak berurutan maka ditulis dengan kata op. cit, lih.
  • Penulisan nama pengarang referensi tidak perlu dibalik, ditulis sesuai urutan nama depan dan nama belakang. Kondisi ini berlaku baik bagi nama pengarang adalah orang Indonesia ataupun orang asing.
  • Jika terdapat dua atau tiga nama pengarang dari satu sumber referensi, maka kesemua nama tersebut ditulis lengkap.
  • Jika terdapat lebih dari tiga nama pengarang maka hanya nama pertama yang ditulis dan diikuti oleh ‘yang lainnya’, ‘dkk’ atau ‘al’.
  • Gelar dan pangkat nama pengarang referensi tidak perlu dicantumkan.
  • Judul buku yang dijadikan referensi ditulis dengan huruf miring atau dengan huruf tebal.
  • Setiap unsur pada catatan kaki diakhiri dengan tanda ‘koma’ (“’,”), sementara akhir kutipan diakhiri dengan tanda ‘titik’ (‘.’).
🔴 TRENDING:  Cara Membuat Footnote Dari Jurnal Online dan Offline

Baca juga: Cara Membuat Footnote Dari Jurnal Online dan Offline

Aturan Tidak Tertulis Penggunaan Footnote

Terdapat beberapa teknik penulisan footnote. Untuk itu, Anda perlu mengetahui kebiasaan atau aturan yang ditetapkan dalam penulisan karya tulis ilmiah.

Terdapat kemungkinan satu kampus memiliki perbedaan penulisan dari kampus lainnya. Demikian juga dengan satu lembaga tempat Anda akan menulis atau mengirimkan karya tulis ilmiah Anda.

Berikut beberapa aturan tidak tertulis namun tetap perlu Anda perhatikan dalam cara menggunakan footnote:

  • Penggunaan footnote biasanya dilakukan di tulisan non fiksi atau ilmiah. Namun footnote juga dapat digunakan di tulisan fiksi seperti novel. Pada dasarnya semua tulisan dapat menggunakan footnote untuk lebih memperjelas atau memberikan keterangan isi tulisannya.
    Namun biasanya tulisan non fiksi atau karya ilmiah yang lebih banyak mencantumkan footnote dikarenakan banyaknya rujukan yang digunakan untuk melengkapi isi tulisan. Selain itu juga sebagai salah satu persyaratan atau standar penulisan karya ilmiah.
  • Aturlah pencantuman footnote di tiap halaman. Usahakan agar tidak terlalu banyak mencantumkan di tiap halaman. Hal ini agar pembaca tulisan Anda akan lebih nyaman membaca hasil karya tulis Anda.
    Terkadang tidak semua informasi harus ditambahkan. Atau atur susunan teks sehingga footnote pada tiap halaman tidak menjadi terlalu banyak. Ingat kaidah isi keterangan pada footnote tidak boleh terpotong, sehingga isi teks yang akan dikorbankan untuk dipindah atau diteruskan pada halaman berikutnya.

Contoh Penulisan Footnote

Berdasarkan kaidah dan petunjuk penulisan di atas, berikut di bawah ini adalah contoh-contoh penulisan footnote:

  • Footnote satu pengarang

Budi Rustandi, Teknik Bermain Biola, (Bandung: PT Grafika Media, 2010), hlm 12.

  • Footnote tiga pengarang:

Ammar Yusuf, Attar Rizki, Mansyur Mailki, Cara Budidaya Karet, (Jakarta: Agrobsinis, 2020), hal 2.

  • Footnote lebih dari tiga pengarang:

Adam Pasha, dkk, Audio Visual Untuk Pemula, (Bandung: Adamar Utama, 2010), hal 40.

Penutup

🔴 TRENDING:  11 Cara Mencari Referensi Jurnal Terpercaya dengan Mudah

Footnote atau catatan kaki adalah hal penting yang tidak boleh Anda lupakan dalam setiap penulisan karya tulis dalam perkuliahan. Meski cukup banyak hal yang harus Anda pahami dalam penulisannya, namun tulisan ini diharapkan dapat membantu Anda mengetahui cara menggunakan footnote dengan mudah dan benar. Selamat mencoba.