Panduan Menulis Daftar Pustaka Dari Internet Yang Benar

Menulis daftar pustaka dari internet

Tugas menulis akan menjadi hal yang akan sering Anda lakukan saat kuliah. Baik itu berupa esai, artikel, penelitian hingga penyusunan skripsi di akhir kuliah.

Menulis tidak akan terlepas dari informasi yang akan Anda butuhkan sebagai referensi penyusunan materi atau disebut juga daftar pustaka. Semakin banyak dan berkualitas sumber informasi Anda, maka semakin baik pula tulisan Anda. Selain itu jumlah referensi juga digunakan sebagai ukuran penilaian.

Salah satu sumber informasi yang sangat mudah didapat adalah melalui internet. Namun Anda harus perhatikan tata cara penulisan sumber referensi tersebut. Berikut dijelaskan cara menulis daftar pustaka dari internet yang benar yang harus Anda ketahui.

Susunan Penulisan Daftar Pustaka

Terdapat beberapa gaya penulisan daftar pustaka yang berbeda-beda terutama yang berasal dari luar negeri. Namun secara umum penulisan daftar pustaka harus memiliki unsur-unsur berikut:

a. Nama penulis.

Nama penulis adalah hal pertama yang harus Anda tulis dalam susunan daftar pustaka. Terdapat beberapa kondisi yang harus diperhatikan seperti penulisan dengan mendahulukan nama belakang dan setelah itu oleh nama pertama.

Demikian pula apabila terdapat dua pengarang untuk tulisan tersebut. Tuliskan nama keduanya dengan kaidah berupa hanya nama penulis pertama yang dibalik susunan namanya sementara nama penulis kedua tetap berurutan nama depan dan nama belakang.

Selalu akhiri nama dengan titik kemudian spasi untuk menuliskan keterangan berikutnya. Untuk dua nama penulis, pisahkan nama penulis pertama dengan koma lalu spasi baru kemudian dituliskan nama penulis kedua.

Terkadang penulis yang tertera pada keterangan tulisan bukanlah penulis aslinya melainkan editor dari penerbitan atau situs tempat tulisan itu dimuat. Untuk kondisi seperti ini tambahkan ‘(Ed)’ di belakang nama untuk menandakannya sebagai seorang editor.

b. Tanggal, bulan dan tahun penulisan.

c. Judul tulisan.

d. Tanggal, bulan dan tahun akses.

e. Nama website.

f. Alamat situs yang berbentuk URL.

Biasanya pada beberapa sumber referensi ditemui salah satu atau beberapa unsur yang tidak lengkap diatas. Meskipun demikian, tetap ada cara menulis daftar pustaka dari internet yang benar dalam kondisi yang demikian.

Baca juga: 10 Cara Memilih Topik Penelitian yang Baik

Berikut beberapa kondisi yang dapat ditemui:

  • 1. Nama pengarang tidak ada.
    Cara mengutip tulisan yang tidak terdapat nama penulisnya adalah dengan menuliskan nama lembaga atau pihak yang menerbitkan tulisan tersebut.
  • 2. Tidak ada nama lembaga atau pihak yang menerbitkan tulisan tersebut.
    Apabila tidak tertera nama Lembaga atau pihak yang menerbitkan tulisan, maka cukup ditulis URL dari situs tersebut.

    Contoh:
    Rusadi, Rudi. (2020, 10 Februari). Budaya Politik Indonesia. Dikutip 20 April 2020 dari Politik Indonesia: https.//politikindonesia.com/budaya-politik-indonesia/

Versi Standar Cara Menulis Daftar Pustaka Dari Internet Yang Benar

Terdapat beberapa versi penulisan daftar pustaka terutama untuk standar penulisan di luar negeri. Untuk itu Anda perlu mengetahuinya agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan Anda. Selain itu terdapat beberapa perguruan tinggi yang menganut standar yang berbeda-beda.

Contoh-contoh yang diberikan bersumber dari standar penulisan dari beberapa lembaga yang kredibel dan menjadi acuan oleh berbagai pihak. Berikut beberapa versi penulisan beserta contohnya:

 1. Penulisan CBE/CSE (Council of Science Editor)

Nama website. Judul artikel [Internet]. Deskripsi website, tanggal artikel dibuat [waktu akses]. Tersedia dari URL lengkap.

Contoh: Politik Indonesia. Budaya Politik Indonesia. [Internet]. Pendidikan Politik Bagi Seluruh Warga Negara, 19 Februari 2010, 10.10 UTC [dikutip 20 April 2020]. Tersedia dari https.//politikindonesia.com/budaya-politik-indonesia/

2. Penulisan Daftar Pustaka Menurut MHRA (Modern Humanities Research Association)

Nama website, ‘’judul artikel”, deskripsi website, tanggal artikel dibuat, <url lengkap> [waktu akses]

Contoh: Politik Indonesia, “Budaya Politik Indonesia”, Pendidikan Politik Bagi Seluruh Warga Negara, 10 Februari 2010, <https.//politikindonesia.com/budaya-politik-indonesia/> [diakses 20 April 2020].

3. Penulisan Daftar Pustaka APA (American Psychological Association)

Nama website/situs. Tanggal artikel dibuat. Judul artikel. Waktu mengakses. URL lengkap.

Contoh: Politik Indonesia. (2010, 19 Februari). Budaya Politik Indonesia. Diperoleh 20 April 2020 dari https.//politikindonesia.com/budaya-politik-indonesia/

4. Penulisan Daftar Pustaka Chicago

Nama website, ”judul artikel, deskripsi website, URL lengkap (waktu akses)

Contoh: Politik Indonesia, “Budaya Politik Indonesia”, Pendidikan Politik Bagi Seluruh Warga Negara, https.//politikindonesia.com/budaya-politik-indonesia/ (diakses 20 April 2020)

5. Penulisan Daftar Pustaka MLA (Modern Language Association)

Judul artikel. Nama website. Tanggal artikel dibuat. Waktu akses. <url lengkap>

Contoh: “Budaya Politik Indonesia”. Politik Indonesia. 10 Februari 2010. Web 20 April 2020. <https.//politikindonesia.com/budaya-politik-indonesia/>

Baca juga:

6. Penulisan Daftar Pustaka yang Diambil Melalui Email

Penulisan daftar  pustaka dari email

Indonesia, Politik. “Budaya Politik Indonesia”. politikindonesia@gmail.com (Diakses 20 April 2020)

7. Penulisan Daftar Pustaka yang Diambil Melalui Mengunduh FTP

Indonesia, Politik. “Budaya Politik Indonesia”. FTP politik.com/pug.ccc5/politikdanbudaya (diakses 20 April 2020)

8. Penulisan Daftar Pustaka Melalui Website

Pengambilan referensi dari internet juga dapat berarti mengutip tulisan pada suatu website. Berikut adalah kaidah penulisannya:

  • Nama pengarang atau penulis yang diakhiri oleh tanda titik. Berbeda dengan kaidah penulisan sebelumnya, nama penulis pada penulisan dari website ini tidak perlu dibalik susunan namanya. Tetap awali oleh nama depan diikuti oleh nama belakang.
  • Tahun publikasi dan diakhiri oleh tanda titik.
  • Judul tulisan pada website, akhiri dengan tanda titik.
  • Alamat website.
  • Waktu akses, berupa tanggal dan bulan tulisan tersebut Anda akses.

Contoh: Rudi Rusadi. 2010. Budaya Politik Indonesia di https://www.politikindonesia.com (diakses 10 April)

Perbedaan pada contoh-contoh di atas disebabkan oleh perbedaan standar format oleh tiap lembaga. Perlu Anda ketahui bahwa tiap perguruan tinggi memiliki standar format yang berbeda-beda. Untuk itu sangat penting bagi Anda untuk mengetahui standar yang seperti apa atau apa acuan penulisan Daftar Pustaka di kampus Anda.

Dampak Kesalahan Penulisan Daftar Pustaka

Jangan anggap sepele masalah penulisan daftar pustaka ini. Dampak kesalahan penulisan selain berdampak pada nilai tugas menulis Anda, juga berdampak pada kredibiltas kampus Anda.

Hal ini karena adanya kemungkinan artikel atau esai yang Anda tulis akan dimuat dan dipublikasikan secara terbuka bagi umum. Tentunya kredibiltas dan nama baik kampus Anda menjadi taruhannya.

Baca juga:

Hal yang paling penting Anda lakukan adalah memastikan bahwa setiap rujukan yang Anda jadikan referensi tulisan Anda harus dimuat dalam daftar pustaka. Hal ini sangat berarti besar yaitu Anda menghargai karya tulis penulis tulisan yang Anda kutip tersebut.

Selain itu juga agar terhindar dari unsur penjiplakan atau plagiarism. Faktor ini menjadi salah satu hal yang paling serius sebagai ukuran kredibilitas sebuah tulisan. Kasus plagiarism dapat berakibat pada karir seseorang baik di bidang akademis ataupun dunia kerja serta dapat berujung ke ranah hukum pidana.

Penutup

Setelah mengetahui cara menulis daftar pustaka yang benar di atas, diharapkan Anda akan semakin terbantu untuk menuangkan karya tulis ilmiah Anda secara komprehensif dan berkualitas. Selamat mencoba.