7 Cara Efektif Menghadapi Dosen Pembimbing Yang Sibuk

Dosen Sibuk

Seorang mahasiswa pasti mendambakan bisa lulus tepat pada waktunya. Khususnya mahasiswa yang sedang memasuki semester akhir.

Untuk lulus, seorang mahasiswa diharuskan mengerjakan sebuah skripsi. Tetapi tidak sedikit mahasiswa yang mengeluh kesulitan dikarenakan mendapatkan dosen pembimbing yang super sibuk.

Contohnya saat Anda sudah membuat janji konsultasi di pagi hari, ternyata setelah Anda sudah datang di kampus, dosen tidak ada dikarenakan mengisi acara secara mendadak. Pasti sebal kan? Bisa-bisa skripsi Anda tidak selesai tepat waktu.

Baca juga: 10 Cara Cepat Menyelesaikan Skripsi dalam Satu Bulan

Nah, sekarang Anda tidak perlu khawatir. Dalam artikel ini, Anda dapat menerapkan cara menghadapi dosen pembimbing yang sibuk.

Berikut cara menghadapi dosen pembimbing yang sibuk bagi Anda mahasiswa yang saat ini sedang dalam masa bimbingan.

1. Siapkan Bahan Dan Pertanyaan

Cara menghadapi dosen pembimbing sibuk yang pertama adalah Anda bisa menyiapkan segala macam bahan dan pertanyaan-pertanyaan. Ini sebaiknya terkait dengan skripsi yang di kerjakan sebelum bimbingan.

Sehingga dengan bimbingan di waktu singkat tersebut, Anda akan tetap dapat menunjukkan kemajuan. Dengan begitu, tidak peduli sesingkat apapun waktu bimbingan yang Anda punyai, skripsi yang Anda kerjakan terus mengalami kemajuan. Jangan lupa saat bimbingan berlangsung, catat dan rekam proses bimbingan agar tidak lupa.

Jadi disaat bimbingan dimulai tidak hanya datang, duduk, dan menunggu dosen bertanya sudah sampai mana. Akan tetapi Anda dapat bertanya, meminta pendapat, dan diskusi tentang bahan yang sudah di persiapkan.

Sehingga bimbingan pun akan menjadi lebih berkualitas. Dosen pembimbing juga pasti akan senang karena Anda proaktif saat bimbingan.

2. Memanfaatkan Teknologi yang Ada

Anda harus lebih inisiatif saat memiliki dosen pembimbing yang super sibuk. Anda dituntut selalu mencari alternatif karena dosen ini sering tidak ada di kampus misal karena ada acara di luar kota.

Anda bisa bertanya kepada dosen pembimbing, apakah beliau bersedia untuk memberikan bimbingan secara online atau tidak. Jika dosen pembimbing Anda bersedia, hal ini tentu akan memudahkan Anda.

Dengan begitu Anda dapat melakukan bimbingan dan konsultasi melalui sarana internet seperti email, skype, atau bahkan whatsapp. Terkadang kesibukan membuat dosen tidak dapat merespon pesan yang Anda kirim.

Apabila sudah menghubungi dosen namun masih belum ada respon, jangan langsung buru-buru untuk menelepon. Karena belum tentu mereka senang menerima telepon.

Jika ingin menelepon, pastikan kondisinya sudah sangat urgent. Oleh karena itu, kamu harus bermuka tebal dan sabar dalam menghadapi respon dosen.

3. Kenali Dosen Pembimbing Anda

Saat ini sebagian mahasiswa ada yang diberi kebebasan untuk memilih dosen pembimbingnya sendiri. Ada pula yang harus ditentukan oleh kampus.

Bagi Anda yang bebas memilih tentu hal ini menyenangkan, karena sudah mengenal dengan baik calon dosen pembimbing. Mulai dari karakter, cara mengajar, sifat dan sebagainya.

Apabila dosen pembimbing Anda ditentukan oleh kampus, Anda harus mencoba untuk mengenalinya lebih dalam lagi. Semoga bisa mendapat dosen yang menyenangkan dan cocok untuk Anda.

Banyak juga yang ingin mengetahui karakter dosen melalui teman yang pernah diajar atau mencari informasi dari senior atau kakak tingkat tentang dosen tersebut.

Jika Anda sudah mengenal karakter dan sifat dosen yang akan menjadi dosen pembimbing anda, ke depannya Anda akan lebih mudah untuk menghadapi beliau. Jangan sampai Anda segan untuk bertanya kepada teman maupun senior.

4. Memberikan Kesan yang Baik kepada Dosen Pembimbing

Kesan yang baik

Berilah kesan yang baik kepada dosen pembimbing. Ini akan meninggalkan ingatan yang baik di dalam benak dosen.

Sejak awal Anda bertemu dengan dosen, bersikap sopan, beretika, berpakaian rapi dan tidak datang terlambat. Mulai biasakan disiplin dan memanajemen waktu yang baik.

Dengan Anda datang tepat pada waktunya, dosen pembimbing Anda akan menilai sebagai seseorang yang sangat menghargai waktu. Jika Anda datang terlambat, maka waktu bimbingan juga akan mundur.

Perlu Anda ingat, dosen pembimbing Anda sudah meluangkan waktunya untuk Anda. Biasanya mereka tidak selalu mempunyai waktu untuk Anda.

Berpakaian dengan rapi juga akan membuat dosen pembimbing Anda senang menyambut Anda. Ini tandanya, Anda benar-benar berniat untuk menemui dosen.

Ketika Anda bertemu, akan menambah nilai plus pada saat berinteraksi. Dengan kesan baik ini Anda akan diingat oleh dosen pembimbing Anda. Hal ini penting agar bimbingan Anda lancar ke depannya.

5. Menjaga Etika pada Saat Bimbingan

Menjaga etika atau kesopanan pada saat melakukan bimbingan sangatlah penting. Ketika berhadapan dengan dosen pembimbing mengharuskan Anda untuk selalu bersikap sopan dan menjaga etika pada saat sebelum, selama atau setelah bimbingan.

Perlu Anda ingat bahwa hal ini mempunyai andil cukup penting dalam penentuan kelulusan anda. Usahakan untuk selalu mengucapkan salam dan kabar saat memulai komunikasi.

Ucapkan terima kasih setiap selesai bimbingan. Tetap menjaga hubungan baik dengan dosen pembimbing Anda.

Bersikap peduli kepada dosen pembimbing, agar tidak canggung dan enak dalam menjalani bimbingan. Jangan sungkan untuk menanyakan hal-hal ringan.

Misalkan menanyakan kabar “Bagaimana liburannya kemarin, pak/bu?” “Apakah keluarga dirumah sehat-sehat semua?”. Mungkin pertanyaan itu dapat membantu memecah ketegangan.

6. Jangan Mudah Terbawa Perasaan atau Sakit Hati

Cara menghadapi dosen pembimbing yang sibuk selanjutnya adalah jangan mudah terbawa perasaan atau sakit hati. Dosen pembimbing yang sibuk biasanya tidak punya banyak waktu untuk melakukan proses bimbingan skripsi Anda.

Sehingga tidak segan-segan memberikan banyak kritikan bahkan menolak hasil revisi skripsi Anda. Hal yang perlu diingat, semua itu untuk kebaikan skripsi Anda juga. Jadi jangan gampang terbawa perasaan atau sakit hati dulu.

Anggap saja semua kritikan itu sebagai arahan dan nasehat dari bapak atau ibu dosen pembimbing. Mereka lebih mengerti di bidang tersebut terlebih dahulu daripada Anda.

Jika Anda melakukan kesalahan sebaiknya tanyakan kesalahan apa yang Anda perbuat kepada dosen pembimbing. Ini agar ke depannya tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi.

Jangan pasif dan hanya diam saat dimarahi ataupun kena kritikan. Ini bisa menyebabkan Anda malah semakin bingung pada skripsi anda setelah selesai bimbingan.

7. Tetap Fokus Menyelesaikan Skripsi

Cara menghadapi dosen pembimbing yang sibuk selanjutnya adalah Anda harus tetap fokus. Agar skripsi yang Anda kerjakan dapat selesai dengan baik.

Tidak peduli bagaimana sulitnya menemui dosen pembimbing untuk berkonsultasi dan melakukan bimbingan skripsi, Anda tidak harus patah dan putus semangat. Anda harus tetap fokus dan terus berjuang.

Baca juga: 8 Cara Agar Semangat Kuliah yang Wajib Anda Coba!

Memang saat ini kelihatannya jalan yang harus Anda lalui sangatlah berat. Tapi manfaatkan kesempatan yang ada dengan sebaik mungkin.

Usahakan skripsi Anda dapat berjalan dengan lancar dan dapat lulus dengan cepat. Kerjakan sesuai yang Anda dapat kerjakan dahulu, catat semua yang belum pahami dan tanyakan pada saat ada waktu bimbingan.

Skripsi bukan akhir dunia anda. Skripsi tidaklah susah dan dapat dikerjakan, apalagi sudah ada dosen pembimbing dan senior-senior Anda yang siap untuk membantu dan memberikan masukan.

Kerjakan apa yang dapat Anda kerjakan. Jika salah, kemungkinan akan mendapat teguran, dan ingat teguran ini untuk menghasilkan skripsi Anda lebih baik lagi.

Penutup

Demikian cara menghadapi dosen pembimbing yang sibuk. Apabila Anda mahasiswa semester akhir yang sedang bimbingan, bisa mencoba cara-cara di atas ketika menghadapi dosen pembimbing yang sangat sibuk.

Jangan lupa bagikan ke teman-teman seperjuangan Anda agar lebih semangat lagi dalam proses bimbingan skripsi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda para mahasiswa semester akhir yang sedang menjalani proses bimbingan skripsi.