6 Etika Yang Harus Diperhatikan Saat Menghubungi Dosen

Menghubungi Dosen

Dalam perkuliahan, akan ditemui saat-saat Anda harus berinteraksi dengan dosen. Ada beberapa hal yang harus Anda ketahui mengenai bentuk-bentuk interaksinya, baik di dalam ataupun di luar ruang kuliah. Salah satunya adalah saat menghubungi dosen Anda.

Anda harus mengetahui etika menghubungi dosen sebagai bagian dari teknik komunikasi yang baik dan benar. Komunikasi yang baik dengan dosen akan dapat mendukung kelancaran studi Anda.

Perbedaan Hubungan antara Dosen-Mahasiswa dengan Guru-Murid di Bangku Sekolah

Salah satu perbedaan pembelajaran antara perkuliahan dan bangku sekolah adalah sosok dan peran pendidik. Di sekolah adalah guru, ditingkat universitas (perkuliahan) disebut dosen.

Sejak Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas, Anda mengenal guru sebagai sosok yang dengan telaten mengajari Anda. Mengajari Anda dari tidak bisa hingga bisa dengan cara yang cenderung sangat rinci, satu persatu murid harus paham akan pelajaran yang dibawakannya.

Tidak demikian halnya dengan pola pengajaran di bangku kuliah. Dosen akan lebih cenderung untuk mendorong minat dan keingintahuan Anda akan suatu topik. Dosen akan lebih memberikan pandangan dan wawasan yang luas dan Anda harus proaktif untuk menggalinya lebih dalam.

Dengan kondisi pola pengajaran tersebut membuat hubungan antara murid dengan guru dibandingkan dengan dosen dan mahasiswa menjadi sangat berbeda. Guru sangat mengayomi dan terkesan ditakuti oleh para siswa.

Sebaliknya dengan dosen, hubungannya sudah lebih kepada ‘mitra’ belajar di kampus sehingga sikap mahasiswa cenderung lebih ‘çair’ dengan dosennya. Ditambah dengan mahasiswa yang sudah dianggap lepas dari masa remajanya dan sudah memasuki dunia dewasa saat mulai kuliah, membuat hubungan antara keduanya terasa sedikit lebih dekat.

Kondisi ini pula yang membuat mahasiswa tidak lagi menganggap pengajar sebagai sosok yang harus ditakuti seperti halnya guru. Mereka kini sudah punya pemikiran sendiri, mampu menilai dan bersikap layaknya orang dewasa persis seperti dosen mereka.

Baca juga:

6 Etika Menghubungi Dosen Yang Harus Diperhatikan

Perkenalkan diri saat menghubungi dosen

Mahasiswa perlu mengetahui bagaimana berperilaku yang baik dan benar dengan dosen. Bagaimanapun tetap ada standar dan aturan yang harus diperhatikan saat Anda menghubungi dosen.

1. Pilih Waktu yang Tepat

Saat ingin menghubungi dosen secara langsung, Anda harus tahu kapan kira-kira dosen tersebut siap. Anda harus mengetahui jadwal mengajar dosen-dosen.

Setelah Anda mengetahui jadwal mengajarnya, Anda harus tahu kapan dosen Anda berada di dalam ruang dosen. Karena waktu yang paling tepat adalah saat dosen berada di dalam ruangannya yang menandakan Ia sudah siap untuk melakukan hal lain di luar kegiatan mengajarnya.

2. Perkenalkan Diri

Jangan lupa saat pertama bertemu, perkenalkan diri Anda. Sampaikan nama, jurusan, angkatan, mata kuliah yang dosen tersebut ampu yang Anda ikuti.

Hal ini akan sangat membantu dosen dalam mendapatkan gambaran topik percakapan yang akan Anda diskusikan dengannya. Setelah itu jangan lupa sampaikan dengan jelas hal apa yang akan Anda sampaikan dan bicarakan dengannya.

3. Gunakan Kalimat yang Formal

Meskipun dosen Anda masih muda, atau terlihat santai dalam mengajar atau berinteraksi dengan mahasiswa-mahasiswanya, Anda harus tetap menjaga sopan santun. Ini adalah etika menghubungi dosen Anda. Gunakanlah kalimat formal meskipun tidak terlalu kaku.

Ucapan salam untuk mendahului dan mengakhiri percakapan perlu Anda lakukan. Gunakan kata “Saya” dan bukan “Aku” untuk menyebut diri Anda. Gunakan pula kata ganti untuk dosen “Bapak” atau “Ibu” tanpa perlu menyebutkan dengan namanya secara lengkap.

Pelajari sistematika pembicaraan yang efektif dan efisien. Tidak bertele-tele tapi cukup mudah untuk memahami maksud dan tujuan Anda. Pelajarilah kosa kata yang baku agar Anda terbiasa menyusun dan mengucapkannya saat menghubungi dosen Anda.

Baca juga: 5 Cara Menghadapi Dunia Perkuliahan

4. Jangan Terkesan Mendesak

Terkadang Anda dalam kondisi sedikit mendesak untuk suatu hal yang membutuhkan bantuan dosen Anda. Meskipun demikian jangan kesankan bahwa Anda sedang terburu-buru dan menginginkan dosen Anda pun mengikutinya.

Siapapun tidak akan suka dipaksa atau didesak-desak, tetaplah bersikap tenang. Anda dapat menyisipkan informasi bahwa Anda membutuhkan bantuannya dalam waktu yang cukup singkat. Jangan lupa ucapkan “maaf” sebelumnya agar dosen memahami bahwa Anda memohon kesediaannya dengan sangat.

Ini juga perlu Anda lakukan saat mengirimkan pesan teks pada handphone kepada dosen Anda. Hindari penggunaan kata-kata seperti “Ditunggu jawabannya segera ya Pak”, “Maaf Pak Saya sedang terburu-buru, ditunggu jawabannya…” dan kalimat-kalimat sejenisnya.

Sebaiknya gunakan bentuk kalimat seperti “Maaf Pak, mohon dapat direview laporan saya. Terima kasih atas tanggapan Bapak sebelumnya”, “Masukan Bapak akan segera saya tindak lanjuti, terima kasih sebelumnya” dan yang lain sejenisnya.

5. Kirim Teks sebelum Menelepon

Kirim pesan ke dosen

Apabila Anda harus menghubungi dosen melalui telepon, sebaiknya tidak langsung meneleponnya. Usahakan Anda dapat mengirimkan pesan teks terlebih dahulu. Setelah mengucapkan salam dan memperkenalkan diri, sampaikan tujuan Anda menghubunginya dan tanya kapan kira-kira waktu yang tepat untuk melakukan sambungan telepon.

Sangat besar kemungkinannya dosen Anda akan terganggu dengan telepon langsung Anda yang akan membuat persepsi yang kurang baik terhadap Anda. Ingat bahwa dosen memiliki banyak kesibukan. Waktu yang tepat saat berbicara di telepon akan membuat urusan Anda menjadi lebih mudah selain waktu diskusi yang lebih lapang.

Hal yang Anda harus perhatikan saat menghubungi dosen melalui teks telepon seperti WA adalah penggunaan singkatan. Hindari menggunakan singkatan.

Ini dapat memberikan penafsiran berbeda atau bahkan maknanya sama sekali tidak jelas. Selain itu, menyingkat kata akan membuat kesan Anda kurang menghargai lawan bicara Anda karena kurang mengutamakan pemahamannya akan pesan Anda.

Baca juga: 6 Tips Belajar untuk Mahasiswa Baru

6. Gunakan Intonasi Suara dan Gestur yang Tepat

Saat bertemu langsung ataupun di dalam sambungan telepon, Anda harus memperhatikan dengan baik suara dan intonasi ucapan Anda. Jangan gunakan suara yang tinggi atau keras, tapi jangan pula terlalu lembut sehingga kurang jelas terdengar.

Suara harus cukup didengar dan ditangkap dengan jelas kata per katanya. Hindari intonasi tinggi untuk menghindari salah persepsi dari dosen Anda. Selalu sunggingkan senyum di wajah Anda agar suasana semakin cair dan rileks.

Gestur atau gerak tubuh terutama saat Anda saat pertemuan langsung. Berdiri yang tegak meski terkesan sedikit santai, tidak tegang. Lebih baik genggam kedua telapak tangan Anda di depan tubuh dibandingkan memasukkannya ke dalam saku celana saat berbicara. Gerakan menganggukkan kepala tanda persetujuan atau memahami perlu Anda lakukan meski tidak sering.

Gestur dan intonasi suara adalah bagian teknik komunikasi dasar yang harus Anda ketahui. Penguasaan cara berkomunikasi yang efektif dan efisien ini akan sangat bermanfaat dalam berhubungan dengan siapa saja.

Penutup

Etika menghubungi dosen bukan ditujukan untuk menghambat komunikasi atau memperumit hubungan Anda dengan dosen. Hal ini sangat penting karena menunjukkan kedewasaan, kematangan dan profesionalitas sebagai seorang mahasiswa. Pemahaman mengenai etika akan berdampak pada kemudahan Anda dalam berinteraksi dengan orang lain di dunia kerja atau usaha nantinya.