6 Cara Terbaik Mengatur Keuangan Mahasiswa

Mengatur Keuangan Mahasiswa

Ada banyak hal yang akan ditemui selama perkuliahan agar dapat menjadi bekal menuju kehidupan nyata. Kehidupan di mana Anda akan menjadi manusia dewasa yang akan berdiri di kaki sendiri.

Hal-hal yang Anda alami selama perkuliahan dapat menjadi bekal hidup ke depan. Tidak hanya berupa ilmu yang ada pelajari di ruang kuliah semata, tetapi juga berbagai keterampilan dan keahlian hidup.

Salah satu keterampilan penting dalam hidup yang tidak banyak disadari oleh orang lain adalah bagaimana Anda sebagai mahasiswa dapat mengatur keuangan yang baik dan benar. Mulailah belajar untuk melakukan perencanaan keuangan yang baik.

Berikut ulasan tentang cara mengatur keuangan mahasiswa.

1. Buat Perencanaan Keuangan

Membuat perencanaan keuangan adalah langkah pertama cara mengatur keuangan mahasiswa seperti Anda. Langkah pertama ini dapat Anda mulai dengan menuliskan berapa uang yang Anda dapat setiap bulannya. Kemudian buat pos-pos pengeluaran rutin Anda setiap bulan.

Perhatikan bahwa pos pengeluaran adalah yang bersifat tetap atau rutin. Contohnya adalah ongkos pergi dan pulang ke kampus, uang makan setiap hari, beli buku dan foto kopi, pulsa dan alat tulis menulis. Dari perbandingan antara uang bulanan dan total pengeluaran rutin maka Anda dapat mengetahui berapa sisa uang saku Anda tiap akhir bulan.

Kegunaan pembuatan perencanaan keuangan ini adalah Anda dapat mengatur masing-masing pos apabila sewaktu-waktu diperlukan. Contohnya pada saat Anda membutuhkan dana lebih besar untuk membeli buku pada satu bulan tertentu, maka Anda dapat mengurangi pos lainnya seperti makan dan minum. Bisa saja Anda lebih berhemat saat makan atau mengurangi jajan minuman segar yang biasa Anda lakukan setiap hari.

Perencanaan keuangan ini tidak hanya berlaku bagi mahasiswa yang berstatus anak rantau atau kos saja. Namun juga bermanfaat bagi mereka yang masih tinggal bersama orang tua karena dapat membantu perencanaan keuangan keluarga secara keseluruhan.

2. Dahulukan Kebutuhan, Bukan Keinginan

Aktifitas mahasiswa di cafe

Buat prioritas dalam membelanjakan uang saku Anda. Kenali dengan baik mana kebutuhan dan mana keinginan. Kebutuhan adalah hal-hal yang harus Anda penuhi sehari-hari dan juga keperluan kuliah Anda.

Contoh kebutuhan adalah makan dan minum, ongkos transportasi dan keperluan peralatan kuliah. Bagi anak kos tentunya yang pertama diingat adalah uang kamar kos yang harus selalu tersedia setiap bulannya. Tapi bisa jadi hal-hal di atas berubah menjadi keinginan apabila Anda tidak cermat memilahnya.

Keinginan adalah sesuatu yang Anda inginkan dan lebih bersifat kepada hasrat Anda. Sebuah kebutuhan dapat berubah menjadi keinginan, hal inilah yang harus Anda waspadai.

Contohnya makan dan minum sebagai kebutuhan hidup sehari-hari. Untuk kebutuhan hidup Anda sebenarnya makan dan minum cukup sederhana untuk dipenuhi. Cukup nasi, sayur dan lauk pauk sederhana asalkan dapat memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi tubuh Anda.

Namun kebutuhan akan makan dan minum dapat berubah menjadi keinginan apabila Anda ingin makan enak di restoran fast food terkenal setiap harinya. Untuk minuman harus tersedia minuman segar dari kedai kopi ternama.

Demikian juga contohnya dengan transportasi. Sebagai kebutuhan, Anda cukup menumpang transportasi umum seperti angkutan kota, bus atau transportasi motor online. Namun karena gengsi, Anda menaiki transportasi taxi online setiap kali ke kampus.

Masalah kebutuhan dan keinginan ini akan berbeda-beda tiap orangnya. Beruntung bagi mereka yang memiliki kecukupan, bahkan kelebihan finansial dalam menopang kebutuhan dan keinginannya. Namun demikian, bersikap bijak sedari awal terlebih di saat Anda berkecukupan akan sangat bermanfaat bagi hidup Anda ke depannya.

3. Batasi Aktivitas, Buat Prioritas

Besarnya pengeluaran yang Anda lakukan dapat berasal dari hal-hal yang sebenarnya tidak perlu Anda lakukan. Hal-hal tersebut adalah godaan bagi disiplin Anda dalam mengatur keuangan. Seperti kebutuhan dan keinginan, Anda harus melakukan prioritas dalam setiap kegiatan Anda.

Godaan bagi mahasiswa biasanya berbentuk ajakan untuk nongkrong sekadar menikmati kopi dan mengobrol dengan teman-teman. Apabila hal ini dilakukan secara rutin, setiap harinya tentu akan membuat uang Anda terkuras tanpa Anda sadari. Katakanlah harga secangkir kopi sebesar Rp.10.000,- maka dalam 30 hari Anda telah menghabiskan Rp.300.000,- setiap bulannya hanya untuk minum kopi saja.

Murah dan mahal memang relatif, tergantung kepada seberapa besar dana yang Anda miliki tiap bulannya. Namun sekali lagi, adalah sebuah hal yang sangat baik sekali apabila Anda sudah memulai untuk bijak dalam memanfaatkan uang yang Anda miliki. Lebih baik perbesar alokasi tabungan Anda apabila merasa memiliki dana berlebih.

Baca juga: 9 Cara Mengatasi Waktu Luang Bagi Mahasiswa

4. Catat Setiap Pengeluaran

Mencatat setiap pengeluaran memang terasa merepotkan di awal memulainya. Namun kegiatan ini akan sangat bermanfaat tanpa Anda sadari apabila telah terbiasa.

Catatan pengeluaran adalah dasar membuat perencanaan keuangan Anda. Catatan pengeluaran akan membantu Anda menelusuri berapa yang Anda keluarkan beserta berapa nilainya.

Anda dapat mengetahui apakah pengeluaran Anda sudah sesuai dengan perencanaan keuangan Anda melalui catatan yang dibuat. Anda juga akan mengetahui secara pasti pola belanja Anda sehingga mudah untuk melakukan pengaturan di kemudian hari.

5. Alokasikan Untuk Menabung

Usahakan Anda dapat menabung tiap bulannya. Meski sedikit tapi menabung akan sangat berguna saat dibutuhkan dalam kondisi darurat. Karena tidak setiap saat orang tua Anda mampu memenuhi kebutuhan Anda.

Menabung memang sebaiknya bukan saat Anda dalam kondisi berlebih. Menabung seharusnya masuk dalam pos perencanaan keuangan rutin Anda tiap bulannya.

Ini adalah perencanaan keuangan mahasiswa selanjutnya. Menabung sering menjadi hal yang terlupakan oleh mahasiswa. Ini memiliki banyak manfaat selain sebagai dana darurat sehingga dapat menjadi media bagi Anda yang berkeinginan untuk memulai suatu usaha dan membutuhkan modal.

6. Cari Pemasukan Tambahan

Kerjaan Sampingan Mahasiswa

Kebutuhan seakan tiada berkurang, malahan bertambah. Harga-harga barang juga cenderung meningkat secara periodik. Namun bagaimana dengan pemasukan Anda?

Untuk itulah mahasiswa perlu memasukkan pemasukan tambahan sebagai bagian perencanaan keuangannya. Pemasukan tambahan dapat menambah pos pemasukan pada perencanaan keuangan yang Anda buat setiap bulannya. Apabila selama ini hanya pos pengeluaran yang bertambah jenisnya, maka kini pos pemasukanlah yang akan bertambah selain uang saku yang diterima dari orang tua Anda.

Mahasiswa memiliki banyak peluang untuk mendapatkan pemasukan tambahan. Sebagai guru privat mata pelajaran anak sekolah, mengajar komputer atau Bahasa Inggris. Itulah mengapa Anda memerlukan suatu keahlian yang harus terus diasah hingga dapat menjadi modal bagi Anda yang membutuhkan jasa Anda.

Kegiatan lain yang dapat Anda lakukan untuk menjadi pendapatan Anda adalah berjualan atau berwirausaha. Jangan pikirkan jenis usaha yang rumit atau besar dulu, mulailah dari hal kecil dan dibutuhkan oleh banyak orang di sekeliling Anda.

Contoh jenis usaha yang dapat Anda jalankan misalkan berjualan pulsa telepon dan listrik melalui aplikasi yang tersedia. Hal lainnya berjualan makanan dan minuman dengan cara menitipkannya di warung atau toko di sekitar Anda. Pelajari kebutuhan masyarakat di sekitar tempat Anda tinggal dan mulailah menggunakan uang tabungan Anda sebagai modal awal apabila diperlukan.

Baca juga:

Penutup

Ada satu hal yang perlu Anda terapkan di dalam cara mengatur keuangan mahasiswa. Ini adalah disiplin. Anda harus melakukan poin-poin pengaturan keuangan di atas dengan disiplin, yaitu konsisten melakukannya. Memang tidak mudah, tapi Anda harus berusaha keras melakukan demi keberhasilan tujuan perencanaan keuangan Anda.